Pedoman SEO 2017: Google Bukan Satu-Satunya Sumber Trafik Potensial

Perkembangan dunia digital sangat cepat. Setelah booming-nya fenomena mesin pencari, tahun 2017 hal tersebut mulai bergeser. Mesin pencari tidak lagi menjadi sumber trafik yang potensial.  Pertumbuhan pengguna media...

353 0
353 0
Pedoman SEO 2017

Perkembangan dunia digital sangat cepat. Setelah booming-nya fenomena mesin pencari, tahun 2017 hal tersebut mulai bergeser. Mesin pencari tidak lagi menjadi sumber trafik yang potensial. 

Pertumbuhan pengguna media sosial, smartphone, hingga teknologi personal assistant. Hal-hal seperti demikian mengubah peta arah SEO tidak lagi bergantung pada mesin pencari. Apabila Anda sudah berkecimpung di dunia SEO sejak awal 2000-an, maka SEO akan berjalan seperti ini:

Alur SEO sejak 2000-an (kuwaitwebsolutions.com, 29 Mei 2017).

 

Hal tersebut sudah diketahui para praktisi digital marketing. Bahkan, sampai sekarang masih ada online marketer yang memakainya. Selain berjalan di jalur yang panjang, aktivitas yang perlu dilakukan pun terbilang banyak. Tidak heran bila strategi SEO di era tersebut membutuhkan waktu yang lama. 

Berbeda di tahun 2017, SEO lebih condong ke hal-hal seperti demikian:

Strategi SEO 2017 (roundark.com/blog).

 

Akibatnya pun lebih signifikan. Proses optimasi menjadi lebih singkat, selain itu Anda pun tidak perlu melalui berbagai pos aktivitas yang terkadang sangat merepotkan. Supaya bisa segera Anda praktikkan, berikut ini taktik SEO atau Search Engine Optimization tahun 2017.

 

BACA JUGA: Digital Marketing: Paid Search vs Organic Search

 

Internet User Lebih Suka Melakukan Mobile Search untuk Menemukan Informasi

Anda pun adalah bagian dari generasi internet user kan? Lebih sering mana? Mencari informasi melalui desktop, laptop, atau smartphone

Dilihat dari gelagat Anda, jawabannya pasti yang ketiga–melalui smartphone, iya kan? 

Kondisi tersebut tidak cuma Anda yang mengalaminya. Sebanyak 71% pengguna internet adalah pengguna smartphone. Artinya, aktivitas internet sebagian besar dilakukan di smartphone. Termasuk aktivitas mencari informasi. 

Bukan hanya untuk berburu topik informasi, pencarian melalui smartphone dilakukan pula untuk:

Pencarian melalui smartphone (picquery.com).

 

Mobile search menjadi sangat populer di beberapa tahun ini. Bukan hanya karena peningkatan jumlah pengguna smartphone, melainkan karena kesederhanaannya pula. Saat Anda mencari sebuah informasi melalui smartphone, maka Anda bisa melakukan:

  • panggilan telepon,
  • menulis text via sms,
  • chatting via apps messaging
  • bahkan datang ke lokasi apabila diperlukan.  

Tidak heran apabila statistik menunjukkan bahwa mobile search mampu mendorong seorang internet user melakukan action sebesar 55%. 

Statistik mobile search (mostexposure.com/mobile-search).

 

Social Search: Sosial Media Tidak Hanya untuk Update Status, tetapi Sebagai Sumber Informasi

Selain mobile search, popularitas media sosial pun mengubah arah pencarian informasi para pengguna internet. 

Berdasarkan riset dari Flurrymobile, kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas mobile user di mana mereka lebih cenderung menggunakan app saat berinteraksi dengan gawainya. Bahkan persentase menunjukkan, sebanyak 92% mobile user melakukan hal tersebut. 

Riset Flurry (flurrymobile.tumblr.com).

 

BACA JUGA: Optimalisasi Online Presence untuk Kesuksesan Digital Marketing

 

Beberapa platform media sosial, seperti: Facebook, Instagram, Twitter dan Snapchat menjadi sumber informasi valid menurut para penggunanya. Sehingga, mereka pun lebih sering melakukan verifikasi” informasi melalui media sosial. 

Pengguna internet cenderung mencari informasi melalui media sosial (yougov.com).

 

Salah satunya mengenai sebuah berita. Media sosial, di era saat ini, merupakan sumber berita dengan pertumbuhan signifikan. Dan, berpotensi mengalahkan eksistensi media-media mainstream saat ini. 

Eksistensi media sosial (blog.mprnews.org).

 

Apabila ada informasi dari sumber lain (selain media sosial), maka para internet user pun cenderung melakukan verifikasi kebenaran berita tersebut melalui media sosial, salah satunya di Twitter.

Survei media mana yang cenderung digunakan pengguna internet untuk verifikasi berita (ajmstudents.wordpress.com).

 

Bahkan, para orang tua pun lebih condong mempercayai media sosial dibanding dengan blog atau situs-situs parenting. Informasi yang ada di media sosial (update status, image presentation, atau bahkan quote) menjadi panduan bagi orang tua untuk mengasuh anak-anaknya. 

Orang tua cenderung mencari sumber untuk parenting (pewinternet.org).

 

 

Source: 1, 2, 3, 4, 5, 6
In this article

Join the Conversation