Cara Efektif Membuat Content Marketing Supaya Customer Mau Membeli Produk

Saat Anda beralih ke pemasaran digital, ada satu hal yang tidak boleh Anda lupakan yaitu content map. Strategi digital marketing tidak akan berjalan sesuai ekspektasi tanpanya.  Apa itu...

568 0
568 0
Membuat Content Marketing yang Efektif

Saat Anda beralih ke pemasaran digital, ada satu hal yang tidak boleh Anda lupakan yaitu content map. Strategi digital marketing tidak akan berjalan sesuai ekspektasi tanpanya. 

Apa itu content map?

Content map merupakan skenario content marketing untuk menemukan jenis content dan menentukan target market yang tepat, serta mendistribusikannya pada waktu yang tepat. Di dalamnya berisi karakter personal dari target market yang notabene merupakan pengonsumsi” konten tersebut. Sampel content map seperti demikian:

Content Mapping Framework (contentmx.com).

 

Lalu, apa peran content map?

Content map berperan mempersonalisasikan content marketing supaya pas” mengenai target customer. Artinya, tanpa content map Anda akan cenderung membuat content marketing yang serampangan dan berpotensi tidak sesuai dengan selera” dari calon customer

 

Menentukan Buyer Persona Terlebih Dulu

Istilah buyer persona tentu sudah sering Anda dengar. Namun, kali ini penjelasan akan lebih spesifik karena hal tersebut menjadi faktor penentu keberhasilan content map

Buyer persona sendiri merupakan preview atau gambaran secara umum mengenai customer ideal Anda. Merancang buyer persona akan membantu Anda untuk memahami customer (atau customer potensial Anda) secara lebih baik. Proses buyer persona yang optimal akan mempermudah anda untuk menata” content marketing yang lebih spesifik dan tentu sesuai dengan kebutuhan, perilaku, serta, harapan dari customer

Buyer persona (pinterest.com).

 

Pada proses merancang buyer persona, Anda wajib melakukan riset sederhana (minimal). Apabila sampai saat ini buyer persona masih berdasar asumsi, maka ada baiknya segera merevisi hal tersebut. 

Pembuatan buyer persona diawali dari:

Menentukan siapa target customer yang ideal sesuai bisnis Anda. 

  • Melakukan survey, interview, hingga observasi terkai perilaku mereka sehari-hari. 
  • Mencatat satu-persatu perilaku mereka berdasarkan kategori tertentu. Misalnya: kategori pekerjaan, hobi, kesukaan, dst. 
  • Visualisasikan seluruh informasi tersebut menjadi sosok customer sesuai dengan data hasil riset.

Anda dianjurkan membuat lebih dari 1 buyer persona. Setidaknya, untuk tahap ini Anda membuat 3 hingga 4 buyer persona. Apabila dirasa kurang, di tahap selanjutnya Anda bisa membuatnya kembali. Yang perlu Anda ingat…

buyer persona merupakan penggambaran dari calon customer Anda. Mulai dari tampilan fisiknya hingga segala informasi yang ada di dalamnya pikirannya. 

 

Membuat Pos-Pos di dalam Lifecycle Stages

Menerka customer melalui buyer persona merupakan setengah bagian dari content map. Langkah kedua, Anda perlu membuat lifecycle stage

Apa tujuannya?

Lifecycle stage akan mempermudah Anda dalam mengintervensi” si calon customer untuk melakukan purchasing. Anda tidak mau si customer hanya membaca dan menyimak content marketing tanpa melakukan action bukan?

Secara teoretis, lifecycle stage terdiri dari 3 tahap yaitu awareness, consideration, dan decision di mana:

  • Awareness merupakan tahap saat si customer sadar dan mau mengekspresikan symptom setiap potensi masalah atau kesempatan dalam hidupnya.
  • Consideration menandakan bahwa customer tahu secara jelas apa masalahnya. Kejelasan ini diperoleh melalui kebiasaan customer untuk mendeskripsikan dan menyebut istilah terkait masalah dan kesempatan sebelumnya. 
  • Decision menjadi penutupnya. Customer mampu mendefinisikan secara jelas soal bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah, metode yang digunakan, bahkan sudut pandang seperti apa yang ia pakai. 

Apabila digabung menjadi satu, antara buyer persona dan lifecycle stage, maka hasilnya menjadi seperti demikian:

Lifecycle stage (blog.hubspot.com).

 

Gabungan antara keduanya akan membantu Anda untuk lebih spesifik dalam menentukan segmentasi audience serta mempermudah dalam proses pembuatan content marketing sesuai dengan karakter segmen tersebut. 

 

 

Source: 1, 2, 3, 4
Image: Pexels.
In this article

Join the Conversation