Panduan Visual Strategy Demi Meningkatkan Keuntungan Bisnis Online

Istilah visual strategy cukup asing bagi beberapa pencipta content marketing. Namun, itu tidak lagi Anda alami bila sudah membaca artikel dari saya sebelumnya: kesalahan Instagram marketing. Di sana...

512 0
512 0
content marketing_visual strategy

Istilah visual strategy cukup asing bagi beberapa pencipta content marketing. Namun, itu tidak lagi Anda alami bila sudah membaca artikel dari saya sebelumnya: kesalahan Instagram marketing.

Di sana tertulis bahwa visual strategy memiliki 4 benefit sekaligus bagi social media marketing, yaitu:

  • Sebagai pembeda antara akun Anda dan kompetitor,
  • Sebagai karakter unggahan Anda,
  • Mempermudah menemukan target market, dan
  • Meningkatkan jumlah follower serta interaksi di setiap postingan.

Meski benefit-nya sangat diperlukan bagi digital marketing, tata cara implementasinya tidaklah mudah. Penerapan visual strategy dirasa sulit karena ketidakpahaman terhadap konsep visual strategy. Sebagai ilustrasi, berikut ini tata cara mengimplementasikan visual strategy.

Visual Strategy
Tata cara mengimplementasi visual strategy, via ucsiconsulting.com

 

Nah, kali ini saya akan membantu untuk menerjemahkan istilah-istilah dari ilustrasi di atas. Berdasarkan 4 tahapan di atas, muncullah:

 

Identifikasi Audience Anda

Tidak jengah saya menulis tentang ini. Identifikasi audience adalah hal paling pertama dan penting untuk dilakukan.

Jangan pernah melupakan hal tersebut.

Pada proses awal ini, Anda wajib mengumpulkan beberapa informasi terkait audience Anda, seperti ilustrasi di bawah ini:

Mulailah dengan mengidentifikasi audience Anda. Via thehealthcompass.org.

 

Bagaimana cara memperoleh informasi seperti demikian? Lakukan observasi dan wawancara terhadap target market Anda. Jangan sesekali mengarang cerita” mengenai informasi audience ini. Kesalahan atau ketidaktepatan informasi audience hanya akan menjerumuskan bisnis Anda.

 

Terapkan Key Messages

Value apa yang ingin Anda masukkan ke dalam content visual Anda? Di tahap ini, Anda diajarkan untuk menyuntikkan” nilai ke dalam content, bukan saja pesan estetik saja.

Key message bisa didapat melalui kuantitatif data (pinpoint dan/atau angka statistik yang mampu dipertanggungjawabkan).

Pada proses penyuntikkan” key message ini, Anda tidak boleh terlalu bersemangat. Key message merupakan entry point bagi Anda agar audience menyambut Anda dengan tangan terbuka. Proses penerapan key message seperti berikut.

Proses penerapan key message. Via slideshare.net/m_gemmill_toyama.

 

BACA JUGA: Strategi Social Media Marketing untuk Bisnis Online

 

Kategorikan Key Messages

Fungsi dari tahap pengkategorian ini adalah mempermudah content sesuai platform yang dipakai.

Misalnya, Anda sedang membangun brand bisnis melalui Instagram. Maka, jenis konten yang sesuai platform yaitu foto atau foto + text.

Beda platform, maka beda pula jenis content-nya. Proses kategorisasi key message bisa didasarkan pada jenis kontent terfavorit pada platform. Misalnya saja:

Proses kategorisasi key message bisa didasarkan pada jenis konten terfavorit pada platform. Via Neilpatel.com/blog.

 

Yang pasti, konten berupa foto dan grafis lainnya cenderung mendapat respons agresif” dari para audience media sosial.

 

Gunakan Format yang Tepat

Mirip dengan bagian sebelumnya, tetapi ada perbedaan mendasar. What format to use” merupakan tahap dimana Anda harus mengukur efektivitas jenis konten berdasarkan target market Anda. Bisa jadi, popularitas jenis konten di sebuah media sosial tidak signifikan dengan target market atau substansi konten Anda.

Anggap seperti ini. Anda sedang mengoptimalisasi Twitter. Tentu, pemilihan platform ini berdasarkan berbagai faktor. Di Twitter, jenis tweet paling berenergi” adalah tweet dengan gambar.

Format konten yang disukai di platform social media. Via coschedule.com/blog.

 

BACA JUGA: Social Media Marketing: Tipe Postingan Facebook yang Mampu Viralkan Bisnis Anda

 

Di awal eksekusi, statistik tersebut bisa Anda jadikan sebagai panduan. Namun, setelah melakukan monitoring secara cermat, ternyata audience Anda berkebalikan dengan statistik di atas. Karena itu, Anda pun harus mengubah visualisasi tweet Anda. Misalnya, tweet berupa screenshot text atau text typografi.

Penyesuaian merupakan hal terpenting di tahap visual strategy ini.

Berdasarkan empat tahap di atas, apakah Anda sudah mampu mengolah konten menjadi lebih readable” melalui visual strategy?

 

 

Source: 1, 2, 3, 4, 5, 6

Image: Pexels.

In this article

Join the Conversation