Content Marketing Strategy: Memahami Customer Bisnis B2C Supaya Digital Campaign Lebih Optimal

Bagi pebinis, digital campaign adalah kebiasaan. Semula, teknik pemasaran seperti memang “kebutuhan”. Seiring berjalannya waktu, hal tersebut menjadi rutinitas dan berubah menjadi kebiasaan. Karena sudah menjadi kebiasaan, seringkali...

223 0
223 0

Bagi pebinis, digital campaign adalah kebiasaan. Semula, teknik pemasaran seperti memang kebutuhan”. Seiring berjalannya waktu, hal tersebut menjadi rutinitas dan berubah menjadi kebiasaan.

Karena sudah menjadi kebiasaan, seringkali perusahaan teledor. Mereka berpikir bahwa menggelontorkan dana besar sudah cukup untuk meningkatkan efektivitas digital campaign-nya.

Persentase dana yang dibutuhkan selama 12 bulan (neilpatel.com/blog)

 

Salah satu tantangan dalam hal ini, yaitu bagaimana cara berbicara” dengan customer secara langsung tanpa embel-embel” ingin menjual produk kepadanya?

Mengingat kuantitas dari customer bisnis berkonsep B2C amat luas dan kompleks, maka content marketing pun perlu dikonsep sedemikian rupa sebelum diproduksi. Nah, beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

 

Pakai Emotion sebagai Senjata

Emosi bukan hanya berakibat tangisan, tawa, dan sejenisnya. Di dalam bisnis digital, perlakuan yang tepat pada emosi akan meningkatkan customer lifetime value & long-term conversions. 

Kunci dari permainan emosi ini yaitu words” atau kata. 

Ya, tidak bisa dipungkiri kata” merupakan elemen paling optimal untuk menggugah emosi dari customer. Berkat pemilihan kata yang tepatpula, Anda lebih mudah menarik perhatian customer. Dari sisi customer, mereka pun akan mudah mengidentifikasi apa manfaat bisnis Anda baginya.

Penerapan kata” yang powerful, umumnya, diletakkan di halaman depan situs. Hal ini terbukti meningkatkan kunjungan dari customer.  MailChimp telah membuktikannya. Berkta upaya mereka meerombak tampilan halaman depan situsnya, mereka memperoleh peningkatan kunjungan mencapai 600% dalam waktu setahun. 

Peningkatan kunjungan berkat optimasi emosi pada situs (neilpatel.com/blog)

 

Kunci dari optimasi kata” ini yaitu menelisik sesuatu” yang diinginkan, dibutuhkan, dan dirasakan oleh klien.

 

Waktu Tepat Mendatangkan Customer Potensial

Anda butuh efektivitas waktu untuk mendorong sales opportunities jadi lebih bagus. 

Tujuan melakukan campaign adalah meningkatkan sales atau penjualan. Ya, tidak mudah untuk melakukan itu. Di sisi lain, digital campaign tools kenyataannya lebih suka” mengukur jumlah viewer, comment, reaction atau click yang dilakukan oleh customer. 

Harapannya, ketika angka indikator-indikator tersebut tinggi maka potensi produk terbeli oleh customer pun meningkat. Supaya hal demikian menjadi kenyataan, Anda perlu mengoptimasi waktu publish. 

Berdasarkan survey, khusus bisnis B2C waktu paling tepat untuk menyebarluaskan content marketing yaitu di hari rabu dan di akhir pekan. Di hari-hari tersebut, angka CTR sebuah content marketing dengan segmentasi customer (bisnis B2C) memperoleh hasil paling optimal. Ini untuk channel media sosial. 

Apabila channel berupa email marketing, maka waktunya berbeda. Berdasarkan statistik, waktu paling tepat untuk berkirim email ke customer yaitu:

Waktu paling tepat menyebarluaskan email campaign (targetedvictory.com)

 

BACA JUGA: Langkah-Langkah Membuat Content Viral dalam 3 Menit

Pemilihan waktu tepat merupakan kunci untuk bertamu” ke rumah customer. Setidaknya, seperti itulah analogi yang sesuai dengan bagian ini. 

 

Telisik Kembali Siapa Audience-nya

Siapa yang mau membeli produk Anda?

Topik pembicaraan seperti ini seakan-akan tidak ada habisnya. Anda pun pasti sudah bosan. So, di bagian ini saya hanya akan memberi contoh preview soal pentingnya mengetahui siapa customer Anda. Sehingga, content marketing yang Anda buat lebih bergigi. 

Ambil contoh American Express. Model bisnisnya yaitu B2C. Oleh sebab itu, ia menekankan setiap customer untuk melakukan review atau testimoni produk” Alasannya sederhana. Bisnis online sangat tergantung rasa percaya” customer kepadanya. Semakin banyak yang percaya dengan layanannya”, semakin tinggi jumlah pelanggannya. 

Proses menemukan customer yang relevan memang tidaklah mudah. Anda butuh waktu, tenaga, bahkan alokasi dana. Saya sarankan, silahkan baca tentang
Brodo: Digital Marketing Online Menjadi Perusahaan Paling Kreatif di Indonesia. Di sana, saya membahas bagaimana sebuah bisnis berbasis offline mampu beradaptasi dengan trend digital berkat kecepatannya dalam menemukan target market.

 

 

Source: 1, 2, 3, 4, 5

Image: Pexels.

In this article

Join the Conversation