5 Cara Menjadikan Instagram Sebagai Sarana Social Media Marketing yang Efektif

Dari tahun ke tahun, Instagram meraih banyak pengguna. Setelah diakuisisi Facebook pada 2012 lalu, IG mampu melampaui popularitas media sosial buatan Mark Zuckerberg ini. Di Indonesia saja, Instagram...

111 0
111 0
Social Media Marketing_Instagram

Dari tahun ke tahun, Instagram meraih banyak pengguna. Setelah diakuisisi Facebook pada 2012 lalu, IG mampu melampaui popularitas media sosial buatan Mark Zuckerberg ini.

Di Indonesia saja, Instagram berada di peringkat tiga dengan pengguna aktif terbanyak menurut survei Hootsuite (2017). Peringkat ini bukan tak mungkin menanjak mengingat banyak pengguna usia muda hingga dewasa yang menggemari Instagram. Penggunaannya mudah dan berfokus pada konten visual, turut membantu para pelaku bisnis digital marketing yang ‘menjual’ bisnisnya di sini.

Jika Anda sudah menggunakan Instagram sebagai alat dalam strategi digital marketing, selamat! Selanjutnya Anda cukup fokus memperluas penjualan Anda melalui strategi social media marketing Instagram. Bagaimana caranya?

Yuk, simak 5 cara menggunakan Instagram sebagai social media marketing tool Anda.

 

BACA JUGA: Social Media Marketing: Kelebihan Menggunakan Instagram Ads untuk Bisnis

 

  1. Memilih Tema Pada Foto atau Video Sesuai Brand

Sesuaikan tema dan target audiens Anda dalam memilih foto atau video yang akan di-posting. Misalnya, Anda menjual produk baju dengan target audiens kawula muda, maka Anda harus bisa menyesuaikan tren anak muda saat ini dalam tema foto/video Anda. Dengan demikian, user yang melihat feed Instagram Anda merasa brand Anda punya apa yang mereka cari.

Sesuaikan tema feeds dengan target audience. Via Instagram CottonInk.

 

Semakin bagus menyelaraskan tema dan penampilan produk pada foto, maka akan meningkatkan interest pada produk Anda dan tertarik membeli produknya. Even better, menjadi follower yang loyal pada brand Anda.

  1. Membuat Gambar yang Simple dan Mampu Mewakili Produk/Jasa

Setelah memilih tema yang tepat, saatnya memuat gambar yang tepat, yang juga mewakilkan produk Anda. Anda harus memiliki effort yang besar untuk menyusun konsep foto yang akan ditampilkan ke publik jika Anda ingin menjadi pusat perhatian para pengguna.

Terkadang, Anda akan memerlukan lebih dari sekadar foto dalam feed. Buatlah caption simple yang efektif meng-engage audience dengan produk Anda. Tidak perlu banyak, menurut Sproutsocial.com Anda cukup membuat 138-150 karakter caption. Lihat contoh caption The Body Shop di bawah ini.

Gunakan gambar yang simple tapi mewakilkan produk Anda. Via Instagram The Body Shop.

 

Jika akan share video ke publik, Anda harus memaksimalkan waktu 60 detik untuk menggambarkan apa yang Anda sampaikan sepenuhnya di video tersebut. Video bisa Anda gunakan untuk memberikan testimonial, review, maupun tutorial produk Anda.  

  1. Posting Secara Berkala dan Gunakan #Hashtags

Memposting foto di Instagram lebih dari 10 kali dalam sehari mungkin melebihi standar, apalagi jika bisnis Anda baru dimulai.

Karena itu, Anda bisa memposting minimal 2 kali per hari untuk terus mengingatkan brand Anda terhadap publik. Schedule-kan posting-an Anda pada jam-jam prime time, yakni pukul 09.00, 12.30, 17.00, dan 19.00.

Jangan lupa mencantumkan hashtag terkait produk Anda, maksimal 7 hashtag agar tidak terlalu banyak tulisan pada caption. Sedikit tips dalam memilih hastags: selalu gunakan yang populer, mudah diucapkan, dan spesifik sesuai target audience.

  1. Tambahkan Location Pada Postingan

Dengan social media marketing, tak ditampik jika produk Anda bisa menjangkau pelanggan dari sisi dunia mana pun. Inilah peran location dalam strategi social media Anda.

Penambahan location pada setiap postingan Anda akan menambah informasi kepada calon pelanggan yang belum dapat diraih. Biasanya, calon customer akan mencari produk yang ada di lokasi mereka supaya mudah dikunjungi. Misalnya, meletakkan location di Bali, maka orang-orang di Bali akan dapat melihat posting-an. Buatlah location dengan jangkauan yang luas dan paling banyak dikunjungi.

  1. Maksimalkan Penggunaan Text di Bio
Manfaatkan bio untuk mendeskripsikan brand Anda secara singkat, padat, dan engaging. Via Instagram CottonInk.

 

Saking berkonsentrasi pada feed, bio mungkin luput dari perhatian Anda. Padahal, bagian ini turut menentukan ketertarikan pengunjung pada akun Anda. Manfaatkan 150 karakter pada bio Instagram untuk menjelaskan apa dan siapa brand Anda. Termasuk di dalamnya: nomor kontak yang bisa dihubungi dan alamat website.

 

Image source: Pexels

In this article

Join the Conversation