Kesalahan Pengolahan Data Saat Eksekusi Digital Advertising

Antusiasme berbagai bisnis terhadap digital advertising seringkali menimbulkan kesalahan-kesalahan mendasar. Salah satunya mengenai pengolahan data. Pada proses digital advertising, Anda sudah susah payah melakukan berbagai strategi. Mulai dari...

331 0
331 0

Antusiasme berbagai bisnis terhadap digital advertising seringkali menimbulkan kesalahan-kesalahan mendasar.

Salah satunya mengenai pengolahan data.

Pada proses digital advertising, Anda sudah susah payah melakukan berbagai strategi. Mulai dari content marketing, monitoring, hingga optimasi. Sayangnya, hal tersebut menguap” begitu saja kala Anda tidak menampung” data dengan baik.

Sebagai gambaran betapa kompleksnya proses digital advertising, kami beri ilustrasinya:

Kompleksnya proses digital advertising  via contentmarketinginstitute
Kompleksnya proses digital advertising via contentmarketinginstitute

 

Dari jenis hingga tahapan wajib selalu diperhatikan. Tentu, Anda tidak ingin hal tersebut mengalir sia-sia tanpa bisa dimanfaatkan, bukan? So, berikut ini kesalahan yang sebisa mungkin diminimalkan saat eksekusi digital advertising.

 

Enggan Membangun Data User
dalam Digital Advertising

Karena terlalu fokus pada target, Anda sering tidak menghiraukan data user”. Tahapan ini sering ditemui di bagian proses eksekusi.

Kala Anda mengeksekusi berbagai strategi digital marketing, secara otomatis Anda akan menemukan beragam data user. Sebut saja seperti:

  1. Name
  2. Address
  3. Phone
  4. Email
  5. Credit Card Info
  6. Purchase history
  7. Login Username/Password
  8. Etc.

Sayangnya, hal tersebut kerap tidak Anda kelola dengan baik. Akibatnya, seluruh informasi tersebut seakan lewat begitu” saja. Data user sebenarnya memiliki 8 manfaat bagi bisnis Anda (bukan hanya untuk digital advertising). 

Delapan manfaat data user via Dell
Delapan manfaat data user via Dell

Misal saat Anda melakukan social media marketing. Setidaknya, pada proses tersebut Anda akan menemukan berbagai data akun customer (username, berbagai informasi di bio atau di profile, hingga url blog atau situsnya). Seluruh data tersebut perlu dikelola sedemikian rupa untuk mempermudah proses digital marketing di tahap selanjutnya.   

BACA JUGA: Social Media Marketing: 5 Platform Media Sosial Untuk Mengembangkan Bisnis Anda

 

Tidak Memahami Mobile App Monitoring

Meski sudah tahu kalau mobile marketing sangat populer, kebanyakan pebisnis tidak terlalu memahami pola monitoring di device ini.

Beberapa informasi yang mungkin terlupa mengenai hal ini yaitu:

1. Iklan banner desktop & seluler

Digital marketing di setiap device selalu mengandalkan cookie. Penggunaan cookies akan membantu proses berjalan lebih efektif di kemudian hari. 

Cookie akan secara otomatis tertanam” ke dalam device customer ketika ia mengunjungi situs web melalui perangkat desktop atau seluler. Banner akan ditampilkan dan cookies tersebut akan otomatis  dijatuhkan” ke device user, tanpa perlu menunggu tindakan klik” ke banner.

Data cookies ini akan tetap aktif hingga 2 tahun dan mampu mengirimkan atribusi yang tepat untuk digital advertising Anda selanjutnya.

2. Sistem Blokir Pada Apple Safari

Apple Safari memblokir cookie pihak ketiga secara default sehingga prinsip pelacakan standar’ menjadi lebih rumit. Aplikasi monitoring Anda tidak akan mampu membaca data cookie yang disimpan oleh Mobile Safari. Padahal, pangsa pasar safari mencapai 33% di seluruh dunia.

3. Dilema iklan di dalam Aplikasi

Setiap tautan di aplikasi tidak akan dibuka ke jendela browser baru, melainkan dibuka pada browser dalam aplikasi” supaya customer kembali ke aplikasi dengan cepat. Hal ini sebenarnya adalah hal yang lumrah.

Sayangnya, metode tersebut menimbulkan masalah yaitu cookie tidak akan tersimpan ke dalam device customer, meski customer melakukan klik pada iklan atau bahkan sesi browser dalam aplikasi. Selain itu, Anda tidak memiliki atribusi atau pelacakan lintas perangkat.

Sistem kerja tools untuk mobile applications via kochava
Sistem kerja tools untuk mobile applications via kochava

 

Supaya semua data tidak menguap akibat fenomena tersebut, gunakan kochava.com sebagai solusinya. Kochava.com merupakan tools user acquisition, engagement, dan LTV untuk mobile applications. Dimana seluruh data dari aplikasi mobile akan ditangkap sedemikian rupa sehingga mudah untuk dimonitor dan dimanfaatkan untuk strategi digital marketing lanjutan. 

In this article

Join the Conversation