Cara Menggunakan Video Marketing Strategy di Video Advertising

Popularitas video marketing strategy semakin signifikan. Terutama berkat “naik daunnya” konten video.  Bagi anak muda di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta, video streaming merupakan konten yang...

219 0
219 0

Popularitas video marketing strategy semakin signifikan. Terutama berkat naik daunnya” konten video. 

Bagi anak muda di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta, video streaming merupakan konten yang wajib ditonton di setiap hari. Alhasil, persentase konsumsi konten visual jenis ini lebih besar dibanding konten jenis lain.  

Berdasarkan survei Nielsen, 98% anak muda di Indonesia gemar sekali menyaksikan video streaming. Hasil tersebut meninggalkan portal-portal berita tanah air yang memiliki persentase tidak lebih dari 29%. 

 

Video Marketing Advertising
Berdasarkan Nielsen Cross Report, 98% anak muda di Indonesia gemar sekali menyaksikan video streaming.

 

Artinya apa? 

Apabila bisnis Anda menargetkan kawula muda, maka konten video merupakan jenis konten paling pas. Supaya konten menuai buah conversion rate yang tinggi, Anda perlu mengikuti tips video marketing strategy

Soal efektivitas lumayan besar, khusus bagi individu di usia 21-39 tahun. Buying decision customer di rentang usia tersebut seringkali dipengaruhi oleh video advertising.

 

Video Marketing Advertising
Buying decisions customer usia 21-39 tahun dipengaruhi video advertising. Via Nielson Cross Report.

 

Tentukan Target Market Audience dan Jenis Video

Sebelum membuat, Anda perlu menentukan siapa target audience. Istilah target” di sini harus bersifat detail dan spesifik. Di samping rentang usia, informasi mengenai kebutuhan, kesulitan, kesukaan, dan bahkan aktivitas kesehariannya pun wajib Anda ketahui. Alur detailnya seperti demikian:

 

Menentukan target market audience. Via TheManager.org.

 

Selain menentukan target market, Anda pun setidaknya tahu video seperti apa yang akan dibuat. Apakah video educational, entertaining, practical, atau bahkan mix

Jenis video ditentukan berdasarkan informasi audience. Misalnya saja dari aktivitas sehari-hari. Anda bisa membuat video entertaining mengenai kejadian-kejadian dalam rutinitas customer.

 

Membuat Outline Topik dan Tipe Video

Beda market, beda outline topik video yang akan dibuat. Outline dipetakan berdasarkan target market video marketing Anda. 

Inti di bagian ini yaitu apa fungsi video bagi customer?”

Tentu, menentukan fungsi video tidak bisa sembarangan. Setidaknya, Anda sudah menyelesaikan proses pengumpulan informasi target market di bagian pertama sebelumnya (kebutuhan, kesulitan, atau kesukaan customer).

Ambil contoh video dengan audience para pelaku bisnis (B2B). Berdasar informasi personal customer, Anda bisa mem-breakdown topik menjadi seperti demikian:

Beda market, beda outline topik video yang akan dibuat. Via Vidyard.com.

 

Setiap bagian memiliki topik masing-masing dan akan berpengaruh terhadap tipe video yang akan dibuat. 

Dari contoh di atas, Anda tertarik mengambil topik Product”, maka Anda bisa membuat tipe video:

  • Product explainer and detailed demos
  • Customer testimonial
  • Documentary (berupa case studies) 

Berikut saya berikan contoh video dengan proses penentuan target market, jenis video, dan pembuatan outline topik + tipe video yang ngena banget”.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=rqxoa6-zbnM&

 

Memetakan Cara Mengukur Performa Video

Tidak lupa, Anda harus menentukan pula cara mengukur performa dari setiap video yang diproduksi. Video marketing strategy akan dianggap gagal, apabila Anda tidak paham performa video tersebut. 

Sebelum proses produksi dimulai, Anda harus bisa memetakan pengukuran performa video. Beberapa metrik pengukuran performa video marketing yang saat ini sering digunakan diantaranya:

  • Rentang perhatian dan tingkat penurunannya (setidaknya, tidak kurang dari 60% rata-rata per video)
  • Click Through Rates. Membandingkan efektivitas konten email dengan dan tanpa konten video.
  • Leads consume. Berapa banyak video yang ditonton oleh pengunjung dalam satu hari? Sebulan? Seminggu?

Ketiga metrik tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa video Anda memang efektif dan mampu berpeluang menarik customer terhadap produk atau bisnis Anda. Selain ketiga metrik tersebut, Anda bisa memakai metrik video marketing KPI’s supaya memperoleh hasil yang lebih komprehensif.

 

BACA JUGA: Di Balik Video Advertising dan Kisah Sukses 10 YouTuber Indonesia

 

Source:

https://www.vidyard.com/blog/how-to-develop-a-video-marketing-strategy/
http://www.themanager.org/2015/02/market-segmentation/
http://www.bureaugroup.ca/index.html
https://youtu.be/rqxoa6-zbnM

In this article

Join the Conversation