Digital Marketing Channels Mana yang Cocok Dipakai Tahun 2017?

Lagi-lagi, Anda dituntut merancang goal setting terlebih dulu sebelum menjalankan teknik digital marketing strategy. Bagaimanapun, langkah seperti apa pun yang akan Anda ambil akan berjalan tak beraturan apabila...

103 0
103 0

Lagi-lagi, Anda dituntut merancang goal setting terlebih dulu sebelum menjalankan teknik digital marketing strategy.

Bagaimanapun, langkah seperti apa pun yang akan Anda ambil akan berjalan tak beraturan apabila tanda goal setting yang cermat.

Dalam hal ini, goal setting terbaik dengan pemilihan channel mana yang tepat dan optimal.

Situs kissmetric.com mengelompokkan beberapa goal setting tersebut berdasarkan persentase penggunaannya. Increasing sales revenue dan generating more leads merupakan dua hal yang paling sering dipakai sebagai goal setting. Selengkapnya, lihat:

Digital Marketing Channel 2017
Survei tentang goal setting yang ingin dicapai, via blog Kissmetrics.

 

Penentuan tujuan digital marketing akan membantu Anda untuk menelaah lebih lanjut mengenai respons market. Pengunjung yang banyak belum tentu sukses. Sebaliknya, minim pengunjung belum tentu Anda gagal. Oleh sebab itu, diperlukan sekali goal setting supaya Anda tidak salah interpretasi.

 

Digital Marketing Channels yang Terbukti Efektif

Perubahan dari strategi digital marketing seringkali melibatkan digital marketing channel. Ketika Anda mengubah strategi digital marketing, maka berubah pula target channel Anda. 

Sayangnya, tanpa pengetahuan soal mana digital marketing channel yang efektif”, Anda akan terus-menerus seperti kutu loncat. Nah, di bawah ini ada beberapa referensi channel yang bisa Anda gunakan.

 

BACA JUGA: Kesalahan Social Media Marketing yang Harus Dihindari

 

Channel Digital Marketing yang Paling Efektif, via blog Kissmetrics.

 

Namun, dalam proses pelaksanaan digital marketing strategy, beberapa channel bisa dimanfaatkan secara bersamaan. Antara satu channel dengan channel lainnya akan saling melengkapi. Selain itu, penggabungan customer experience melalui penggunaan multi-channel terbukti mampu meningkatkan efektivitas digital marketing channel.

Misalnya, Anda menjangkau customer melalui media sosial. Setelah customer lekat dengan akun Anda, arahkan ke situs Anda. Selain itu, bisa pula Anda menggunakan social media sebagai pengganti fitur Contact Us” di dalam website.

 

Bagaimana Memilih Digital Marketing Channels yang Tepat

Anda sudah lihat 7 channel digital marketing. Sudah tahu mana yang tepat bagi bisnis Anda?

Ketika akan memilih mana digital marketing yang tepat sesuai kebutuhan, pertama-tama: 

  • Review performa channel yang digunakan oleh kompetitor Anda
  • Beri skor channel yang berpotensi menguntungkan bagi bisnis Anda atau paling tidak sesuai market fit
  • Tentukan mix channel baru yang sesuai kebutuhan.

 

BACA JUGA: Cara Efektif Menaikkan Traffic Melalui Search Engine Marketing (SEM)

 

Proses penentuan channel bisa jadi merupakan tahap krusial. Kenapa? Salah memilih channel akan berakibat fatal bagi keuangan, manajemen, bahkan sistem produksi di dalam bisnis.

 

Mengukur Kesulitan di dalam Channel

Tak lupa, Anda pun harus tahu gambaran mengenai batu sandungan” di tiap channel. Setiap channel memiliki peluang kesuksesan. Di sisi lain, halangan untuk mencapai kesuksesan tersebut cukup besar pula. Coba perhatikan chart di bawah ini.

 

Mengukur Kesulitan dalam Channel, via blog Kissmetrics.

 

Meski Anda tahu mana channel yang berat untuk dipakai dan mana yang mudah, bukan berarti hal tersebut membuat Anda harus paranoid.

Maksudnya, jangan sampai Anda menghapus organic search, paid search atau mobile setelah melihat ilustrasi di atas. Setiap channel memiliki keunggulan masing-masing. Sepanjang Anda mampu menekan kelemahan” di masing-masing channel, maka hal tersebut tidak akan menjadi masalah.

Seringkali, pebisnis enggan menggunakan channel yang tergambar berat dan merugikan. Sebagai pebisnis Anda harus berpikir out of the box. Logikanya, ketika kebanyakan orang menghindari channel hanya karena angka grafik, maka channel tersebut pun akan menjadi sepi”. Nah, bukankah itu malah menjadi momen bagi Anda untuk memanfaatkannya secara optimal kan?

 

 

Image source: Pexels

In this article

Join the Conversation