3 Jenis Digital Advertising untuk Tingkatkan Trafik Penjualan

Google AdWords, Facebook, dan Instagram sangat potensial untuk meningkatkan trafik penjualan Anda. Sudah tahu? Pertimbangan pertama ketika Anda menggunakan digital advertising berkaitan dengan budget, biaya. Soal efektivitas, Google...

714 0
714 0
Digital Advertising

Google AdWords, Facebook, dan Instagram sangat potensial untuk meningkatkan trafik penjualan Anda. Sudah tahu?

Pertimbangan pertama ketika Anda menggunakan digital advertising berkaitan dengan budget, biaya. Soal efektivitas, Google AdWords dan social media advertising berada di peringkat utama. Marketo.com mengungkapkan bahwa berdasarkan analisis KPI mayoritas digital marketer, AdWords dan media sosial menempati peringkat tertinggi di bidang digital marketing

3 Jenis Digital Advertising
Efektivitas Google AdWords dan Social Media Advertising, via Marketo

 

Google AdWords, Facebook, dan Instagram memiliki karakter sesuai dengan user-nya masing-masing. Oleh sebab itu, pahami karakter ketiganya sebelum Anda gunakan sebagai media digital advertising.

 

 

Baca juga: Tipe-Tipe Digital Advertising yang Sedang Populer

 

 

Google AdWords

Salah satu alasan kenapa Anda harus menggunakan Google AdWords karena terbukti optimal digunakan sebagai media pemasaran bagi pengiklan dengan market lokal yaitu melalui fitur location targeting.

Google AdWords mengizinkan Anda untuk membuat target yang spesifik berdasarkan letak geografis. Anda bisa menentukan di wilayah mana iklan Anda akan ditampilkan. Opsi pemilihan lokasi ini pun terbilang cukup spesifik, mulai dari negara, area di dalam negara, kota, daerah-daerah tertentu, bahkan memungkinkan Anda menentukan target berdasarkan radius. 

3 Jenis Digital Advertising
Google AdWords Location Targeting, via Wishpond

 

Ada pula fitur retargeting, dimana kamu bisa mendesain ulang strategi marketing berdasarkan perilaku dari user

Misalnya saja begini. Seseorang berkunjung ke situs e-commerce Anda. Kemudian, ia melakukan aktivitas di dalam situs tersebut. Melihat produk, membaca deskripsi, atau bahkan menyimak review dari pembeli sebelumnya. Lantas, ia meninggalkan situs Anda. 

Setelah Anda tahu buyer journey visitor di dalam situs Anda tersebut, desain ulang digital marketing Anda di Google AdWords. Mulai dari image, teks, hingga tagline, bahkan keyword. Cara ini terbukti efektif karena pada komputer visitor tadi tersimpan cookie dari barisan code yang sebelumnya telah Anda masukkan ke dalam back-end situs Anda. 

Meski membutuhkan dana tambahan, cara ini efektif karena Anda sudah tahu produk apa saja yang menarik minat visitor dan iklan Anda akan muncul di mana pun kode Google AdSense terpasang. 

Facebook dan Instagram

Lain halnya dengan Facebook dan Instagram. Berdasarkan studi di tahun 2015, Instagram merupakan lokasi digital advertising yang tepat untuk: 

  • Mengekplorasi perilaku user untuk membuat promosi bisnis menjadi lebih baik.
  • Memahami strategi digital marketing terbaik dan mengadopsinya sebagai strategi digital marketing Anda.
  • Menganalisis user engagement.

Dan, fakta terpenting mengenai Instagram yaitu sebagian besar pengguna instagram adalah seorang shopper. Situs blog.kissmetrics.com menemukan bahwa 70% pengguna Instagram gemar melihat foto semua brand yang ia sukai. Selain itu, 62% user menyatakan bahwa mereka pasti mem-follow sesuatu” yang dia sukai. Artinya, semakin Anda mampu meng-engage konten yang sesuai dengan user, maka semakin besar pula peluang trafik penjualan Anda meningkat. 

Lalu, bagaimana dengan Facebook?

Facebook terkenal dengan spesifikasi target yang akurat. Apabila Anda perhatikan, setiap user Facebook akan merasa senang” mengisi kolom mengenai profile dirinya. Mulai dari hobi, film yang disukai, brand, musik, lagu, bahkan grup. 

Artinya, semakin Anda mampu mengenal buyer persona bisnis, semakin besar peluang trafik penjualan meningkat berkat digital marketing. 

 

Image Source: Pexels
In this article

Join the Conversation