Pengaruh Email Marketing untuk Meningkatkan Penghasilan Usaha Kecil Menengah

Pernah tahu email marketing? Tahu cara meningkatkan penghasilan melalui email marketing? Kontribusi UMKM berdampak positif bagi ekonomi tanah air. Sejak lima tahun terakhir, sektor Usaha Mikro Kecil dan...

76 0
76 0
Pengaruh Email Marketing untuk UKM

Pernah tahu email marketing? Tahu cara meningkatkan penghasilan melalui email marketing?

Kontribusi UMKM berdampak positif bagi ekonomi tanah air. Sejak lima tahun terakhir, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memberi sumbangan besar terhadap produk domestik bruto (PDB). Menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), angka kontribusi sektor UMKM meningkat dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen.

Selaras akan hal itu, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mencetak 1.000 digital technopreneur, 1 juta petani dan nelayan go digital, serta 8 juta UKM go digital di tahun 2020. Khusus UKM, pemerintah berharap besar. Kontribusi UKM yang besar bagi PDB negara menjadikannya sebagai salah satu sumber pemasukan potensial.

Sayangnya, meski memiliki peran cukup besar bagi PDB negara, dari sekitar 56 juta UKM di Indonesia hanya 5 persen pelaku UKM yang sudah go digital. Oleh sebab itu, berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk membuat ekosistem UKM go digital tumbuh cepat. Salah satunya melalui program 1 juta hosting co.id gratis untuk seluruh UKM.

Email Marketing & Pengaruhnya bagi UMKM

Mengubah pola bisnis dari offline ke online tentu membutuhkan waktu. Kerja sama antara pemerintah, stakeholder, dan KUKM (Koperasi Usaha Kecil dan Menengah) Indonesia perlu dipererat. Salah satunya untuk memperkenalkan pelaku UKM soal pentingnya digital marketing bagi bisnis berbasis digital.

Upaya meningkatkan penjualan bisnis berbasis digital bisa dilakukan melalui efektivitas digital marketing strategy. Kali ini, pembahasan akan berkutat soal email marketing. Kenapa email marketing? Tercatat, email marketing merupakan teknik digital marketing dengan performa terbaik sebagai sarana marketing ROI. Detailnya, lihat chart berikut.

Source: https://www.superoffice.com/blog/email-marketing-strategy/

Dari ilustrasi di atas, tampak sekali bahwa efektivitas email marketing sanggup mengalahkan SEO, PPC, dan content marketing. Bukan sebuah kejutan apabila di tahun 2015 sebanyak 2,6 miliar pengguna email menerapkan teknik email marketing. Angka ini diperkirakan akan tumbuh menjadi 2,9 miliar di tahun 2019.

Jumlah email marketing yang terkirim dalam sehari pun cukup besar mencapai 205 juta email per hari. Di tahun 2019, angka tersebut diperkirakan akan menanjak hingga 246 email marketing per hari. Efektivitas email marketing sebagai digital marketing strategy sudah seharusnya dinikmati oleh pelaku UKM Indonesia.

Selama UKM mampu mengoptimalkan digital marketing melalui email marketing ini, setiap $1 yang dikeluarkan untuk email marketing akan berpotensi memberi keuntungan sebesar $48. Sebagai salah satu teknik pemasaran, email marketing sangat potensial sekali dijadikan sarana meningkatkan daya jangkau pasar yang lebih luas bagi UKM.

Panduan Optimalisasi Email Marketing

Teknik optimalisasi email marketing sebagai sarana digital marketing sangat banyak. Menurut Superoffice.com, para pelaku UKM minimal menguasi 5 teknik dasar optimalisasi email marketing, mulai dari:

  • Mempersonalkan konten email
  • Segmentasi subscriber email
  • Membiasakan membuat mobile friendly email
  • Menerapkan alur: Test copy, design and buttons
  • Menjajal email campaign otomatis

Dari kelima tenik tersebut, mana yang perlu dipelajari untuk pertama kali? Saran saya, poin segmentasi subscriber email” sebaiknya Anda pelajari terlebih dulu. Segmentasi subscriber email akan membantu Anda supaya setiap email marketing dibaca oleh penerima. Data terbaru menunjukkan, penerima email yang tersegmentasi dengan baik berpeluang mau” menyimak konten email hingga membeli produk. Berikut ilustrasinya.

Source: https://www.superoffice.com/blog/email-marketing-strategy/

Bagaimana membuat segmentasi penerima email? Ada tiga cara yang bisa Anda gunakan, yaitu:

  • Segment by industry. Pastikan terlebih dulu siapa konsumen Anda, pengguna atau pebisnis? Misalnya, bagi UKM handcraft. Apakah produk akan ditawarkan ke konsumen langsung atau akan dijual melalui toko-toko suvenir? Pengenalan segmen industri akan membantu Anda membuat konten yang relevan dan berpotensi mendorong konsumen melakukan pembelian produk.
  • Segment by company size. Ketahui seberapa besar jumlah calon pembeli sebagai penerima email campaign Anda. Semakin besar jumlahnya, semakin besar peluang produk Anda akan diterima pasar. Ambil contoh UKM handcraft tadi. Ketika ia mengirim email marketing ke 750 calon pembeli dengan ketertarikan pada produk handcraft, maka itu akan lebih potensial dibanding hanya 10 calon pembeli dengan kriteria yang sama.
  • Segment by sales cycle. Hindari mengirim email penawaran secara langsung. Tawarkan terlebih dulu free trial product, dimana calon pembeli bisa melihat, mengamati, dan menakar kualitas produk secara fisik. Teknik ini menjadi salah satu digital marketing strategy paling sering dipakai karena efektivitasnya yang tinggi.
In this article

Join the Conversation