Sukses Usaha Kuliner Melalui Social Media Marketing

Punya usaha kuliner tapi masih sepi? Kenapa tidak mencoba social media marketing? Soal kuliner, media sosial merupakan referensi utama. Apabila Anda perhatikan, Instagram telah melahirkan akun-akun reviewer makanan,...

312 0
312 0

Punya usaha kuliner tapi masih sepi? Kenapa tidak mencoba social media marketing?

Soal kuliner, media sosial merupakan referensi utama. Apabila Anda perhatikan, Instagram telah melahirkan akun-akun reviewer makanan, sebut saja seperti akun:

  • @anakjajan (follower: 263 ribu, post: 7,090)
  • @eatandtreats (follower: 184 ribu, post: 8,333) 
  • @javafoodie (follower: 139 ribu, post: 2,787) 
  • @the.lucky.belly (follower: 92 ribu, post: 2,371)

Keempat akun tersebut bukanlah pemilik kedai makanan atau minuman. Hanya dengan bermodalkan postingan foto dan sedikit caption, akun-akun tersebut kebanjiran follower. Pada akhirnya, Anda pun tertarik meng-endorse akun-akun semacama itu. 

Sebagai pebisnis kuliner, kedai Anda akan lebih ramai dibanding saat ini apabila menggunakan social media maraketing. Tidak hanya itu, ada banyak lagi keuntungan yang bisa Anda peroleh melalui social media marketing, misalnya:

Baca Juga : Strategi Social Media Marketing Untuk Bisnis Anda

  • Kunjungan konsumen ke kedai meningkat 
  • Setiap event di kedai selalu ramai 
  • Biaya marketing lebih hemat
  • Menciptakan fanbase kuliner Anda
  • Memudahkan Anda untuk menemukan segmen pasar
  • dan, membuat konsumen mengenal menu serta range harga

Tidak hanya bagi Anda, bukan? Kehadiran bisnis kuliner Anda di media sosial pun akan memudahkan konsumen sendiri. Bukti manfaat social media marketing bagi bisnis food & beverage dirasakan oleh What’s Up Café. 

Social media marketing fact

Pihak marketing Whats’s Up Cafe, Hanna Gatry Maulida, sengaja memakai digital marketing di social media untuk woro-woro” ke konsumen. Menurut Hanna, pemakaian media sosial sebagai sarana marketing sangat hebat. Pihaknya tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Hingga artikel ini ditulis, akun instagram What’s Up Cafe berhasil menjaring 42.700 follower dengan minimal update konten perhari sebanyak 5 postingan. 

Berkat puluhan ribu follower tersebut, Hanna leluasa melancarkan berbagai taktik digital marketing. Tidak hanya sebagai sarana promosi, media sosial dimanfaatkan pula sebagai media interaksi dengan konsumen. Istilah kerennya, menurut Hanna, yaitu engagement

Kesuksesan Whats’s Up Cafe ini pun bukan tanpa dasar. Sejak awal berdiri, What’s Up Cafe memang menyasar segmen anak muda sehingga media sosial merupakan channel tepat dijadikan sebagai media marketing. 

Variasi konten digital marketing

Berperan sebagai media promosi, media sosial menyediakan berbagai fitur keunggulan dan kemudahan dalam mengoperasikannya. Salah satunya soal jenis konten digital marketing. Di media sosial, Anda bisa mengunggah foto, video, poster, bahkan image berformat gif. 

Setiap konten memiiki efektivitas sendiri-sendiri. Selain itu, beda media sosial maka beda pula konten yang cocok. Namun, secara general kombinasi antara konten visual + teks akan membuat postingan Anda di media social lebih powerfull. Ilustrasi sederhananya seperti demikian:

Source : Http:/coschedule.com

Optimalisasi segmen

Social media marketing harus diterapkan pada beberapa media sosial, tidak hanya 1 media sosial. Misalnya, facebook dan Instagram. Menurut jambi.tribunnews.com, strategi digital marketing akan semakin optimal dengan optimlisasi beberapa medsos sekaligus. Setiap media sosial memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Misalnya saja:

  • Instagram cenderung banyak konten foto sehingg cocok dijadikan display produk. Selain itu, interaksi antara pemilik kedai dan konsumen pun bisa berinteraksi secara cepat.
  • Apabila ingin memastikan kedalaman informasi dan membentuk komunitas, maka Facebook merupakan lokasi yang cocok. Facebook dipenuhi oleh konten teks pengguna sehingga Anda bisa menelaah lebih lanjut soal respon konsumen terhadap service atau produk Anda. Selain itu, facebook pun bisa Anda jadikan sebagai wadah diskusi antara Anda dan konsumen. 
In this article

Join the Conversation