Content Marketing Strategy untuk Bisnis Online Food & Beverage

Industri food & beverage tak hanya membutuhkan tampilan visual saja, tetapi juga content marketing sebagai strategi, khususnya jika pengusaha ingin menjangkau audiens secara luas. Pertumbuhan bisnis kuliner tanah...

93 0
93 0
Content Marketing Strategy untuk Bisnis Online Food & Beverage

Industri food & beverage tak hanya membutuhkan tampilan visual saja, tetapi juga content marketing sebagai strategi, khususnya jika pengusaha ingin menjangkau audiens secara luas.

Pertumbuhan bisnis kuliner tanah air semakin signifikan. Badan Ekonomi Kreatif mencatat, dari 16 subsektor bisnis kreatif di Indonesia, bisnis food & beverage mengalami pertumbuhan paling tinggi.

Dari sisi promosi, pemasaran bisnis food & beverage cenderung dilakukan secara online. Media online menempati peringkat pertama dengan 53,72% sebagai lokasi promosi. Kondisi ini cukup beralasan. Menurut BEKRAF, pelaku usaha kreatif, seperti food & beverage, cenderung menjual produk langsung ke konsumen dikarenakan target market mereka berada di wilayah domestik. 

Ketergantungan pada media online sebagai wadah promosi menciptakan efek negatif juga. Semakin banyak pebisnis food & beverage baru, semakin ketat persaingan market. Dampaknya, taktik promosi dengan digital marketing pun harus ditingkatkan. 

Meski persentase promosi via online cukup besar, strategi digital marketing yang digunakan masih belum optimal. Menurut situs blog.sribu.com, 5 dari 8 kesalahan strategi digital marketing diakibatkan oleh content marketing, misalnya:

  • Konten hanya tentang diri sendiri.
  • Konten tidak sesuai target audiens.
  • Tidak ada strategi sebelum pembuatan konten.
  • Tidak menarik dan membosankan.
  • Bersifat spamming. 

So, berikut ini preview mengenai strategi content marketing untuk bisnis online food & beverage.

Mengungkap Deep Information

Calon konsumen tidak hanya ingin tahu dimana lokasi makan dan minum yang asyik. Mereka ingin informasi yang lebih. Misalnya, soal bahan-bahan menu dan bagaimana membuat tampilan makanan seperti demikian.

Meski mereka tidak akan membuat makanan serupa menu tersebut, konsumen cukup terhibur” dengan informasi tersebut.

Kondisi seperti demikian terkait dengan dorongan rasa ingin tahu manusia. Menurut Paul J. Silvia dalam e-book berjudul The Oxford Handbook of Human Motivation”, pemenuhan akan rasa ingin tahu ini memiliki keberagaman manfaat bagi manusia, mulai dari mengurangi keadaan negatif hingga memuaskan pengalaman personal. 

Oleh sebab itu, mulai saat ini buat content marketing yang super informatif.

Content Marketing Storytelling

Content marketing seperti ini dipraktikkan dengan baik oleh @_foodstories_. Konsep content marketing storytelling bukan hanya dalam bentuk tulisan”, tetapi dalam bentuk foto. Paling tidak, itu yang bisa Anda saksikan di akun Instagram @_foodstories_. 

Saat artikel ini di-publish, strategi content marketing seperti ini, akun tersebut memiliki 970ribu followers hanya dengan 882 post saja. Selain itu, setiap foto yang diunggah selalu mendapatkan minimal 10ribu like dan 100 komentar positif. Lebih jelasnya, lihat screen capture berikut ini.

Tampilan Instagram @_foodstories_ via _foodstories_

Berbagai Rahasia Kecil”

Sedikit rahasia akan menambah rasa puas” konsumen. Di beberapa postingan, sematkan informasi rahasia”. Misalnya soal diskon, kupon, kode voucher atau sejenisnya. 

Teknik content marketing ini berpotensi mendapat respons positif. Kenapa? Karena sebagian besar konsumen senang diberi potongan harga”. Namun, ada syaratnya. Pastikan bahwa audience Anda sudah tepat.

Umumnya, strategi digital marketing seperti demikian dipakai untuk promosi menu baru, cabang kedai baru,  atau bahkan service tambahan. 

Gunakan Foto Original

Anda bisa menemukan beragam foto di media sosial atau di search engine. Tingggal masukkan keyword, Anda pun mendapatkan foto sesuai kebutuhan. Namun, jangan sesekali mengakui foto-foto tersebut sebagai milik Anda. 

Apabila Anda ingin memakainya, sertakan sumber dimana Anda mendapatkannya atau siapa pemilik foto tersebut. 

Hindari membuat content marketing yang bersifat plagiat. Media sosial merupakan lokasi dimana Anda membangun brand bisnis food & beverage Anda. Artinya, baik-buruk bisnis Anda sangat tergantung dari kualitas content marketing.

Source image: Pexels

In this article

Join the Conversation