Strategi Social Media Marketing untuk Bisnis Digital

Mengapa social media marketing menjadi hal yang penting bagi bisnis digital? Kecenderungan orang Indonesia berbelanja online cukup besar, demikian ungkap Nielsen Indonesia. Dari riset yang dilakukan, belanja online...

398 0
398 0
social media marketing

Mengapa social media marketing menjadi hal yang penting bagi bisnis digital?

Kecenderungan orang Indonesia berbelanja online cukup besar, demikian ungkap Nielsen Indonesia. Dari riset yang dilakukan, belanja online orang Indonesia dilakukan untuk pembelian tiket pesawat (55%), hotel dan biro perjalanan (46%), buku elektronik atau e-book (40%),  membeli pakaian, aksesori, atau sepatu sebesar 37%, serta tiket acara sebesar 34%.

Dari sisi penjual, menjual produk atau menawarkan jasa di media sosial lebih potensial. Dikutip dari situs FeedMe.id, media sosial membantu pertumbuhan bisnis dari sisi segmentasi calon pembeli, branding, serta promosi. 

Oleh sebab itu, strategi soal social media marketing menjadi topik bacaan para pelaku bisnis digital. Kali ini, Anda akan disajikan mengenai strategi social media marketing mulai dari awal, yaitu.

BACA JUGA: Menyibak Digital Marketing Strategy untuk Bisnis Online Ala Xiaomi

Penentuan Segmentasi

Saat pertama kali Anda mengalihkan promosi ke digital marketing, awali dengan riset. Aktivitas ini diperuntukkan untuk mencocokkan strategi dan goal Anda di media sosial. Langkah-langkah penentuan segmentasi ini terutama dari sisi:

Waktu. Coba perhitungkan seberapa abanyak waktu yang mampu Anda alokasikan untuk mengelola akun media sosial. Misalnya, 1 jam/hari.

Sumber daya. Kemampuan apa yang Anda dan tim butuhkan terkait strategi  social media marketing. Beberapa media sosial, seperti Pinterest dan Instagram, membutuhkan konten berupa gambar atau foto. 

Lokasi audiens. Cari tahu dimana lokasi calon konsumen Anda berkumpul di media sosial. Sesuaikan dengan demografi yang tepat sesuai market Anda. 

Optimalisasi Profil

Strategi social media marketing pun menuntut Anda memoles bio akun media sosial. Buatlah bio dan foto sesuai segmen. Mengenai hal ini, Anda membutuhkan sedikit ilustrasi. Lihat ini:

Ukuran profile picture di beberapa social media via community.constantcontact

Selain itu, pastikan Anda mengoptimalkan bio media sosial yang tepat. Kriteria bio yang optimal, yaitu mendeskripsikan bisnis Anda, sesuai keyword audiens, dan preview keuntungan produk atau service Anda bagi konsumen. 

Manipulasi Voice dan Tone

Kata manipulasi” tidak selalu berkonotasi negatif, tetapi bisa pula positif. Beda market, beda pula voice dan tone Anda. Supaya Anda bisa menentukan elemen ini, pastikan terlebih dulu Anda memiliki ilustrasi kepribadian konsumen dan hubungan Anda dengan konsumen (sebagai coach, teman, guru, etc).

Lebih lanjut lagi, voice di dalam digital marketing sebagai pernyataan misi dan tone merupakan pelaksanaan misi tersebut. Yang pasti, voice harus menyenangkan konsumen dan tone diterapkan tepat saat konsumen bermain media sosial. 

Social Media Marketing: Kualitas Postingan

Kualitas postingan terdiri dari tiga aspek, amazing content, perfect timing, dan ideal frequency. Ketiganya harus saling beririsan demi menyukseskan strategi social media marketing

Di saat amazing content dibuat dan dikolaborasi dengan pemilihan waktu mengunggah yang tepat, serta ditambahkan frekunsi update yang pas, maka itu semua akan membuat postingan menjadi sangat berkualitas. 

Bukan hanya sekedar substansi konten, waktu dan frekuensi pun ternyata harus Anda perhatikan. 

Perihal jenis konten, ada beberapa opsi yaitu konten berupa foto, video, quotes, link, dan update-an teks. Setiap jenis media sosial memiliki jenis konten yang berbeda-beda. Misalnya, foto memiliki respon like sebesar 53%, komentar sebesar 104%, dan 84% pasti diklik user. 

Sedangkan, frekuensi update postingan seperti ilustrasi ini:

Ilustrasi frekuensi postingan di media sosial via digitalmarketer

Dari sisi waktu tepat memposting konten, panduan strandarnya seperti image di atas. Namun, hal tersebut bukan patokan utama. 

Jadikan ilustrasi di atas sebagai  patokan awal social media marketing. Selanjutnya, biasakan diri Anda meriset kapan waktu dan frekuensi yang pas sesuai market. 

Di tahap akhir, tumbuhkan habit untuk menganalisis setiap tindakan dalam optimalisasi digital marketing. Tujuannya, supaya segala aktivitas social media marketing ini mengalami pertumbuhan. 

 

Image Source: Pexels

In this article

Join the Conversation