5 Elemen Rahasia Digital Marketing Bisnis Pulsa 

Demi memenangkan persaingan di bisnis pulsa, para pelaku bisnis pulsa pun harus cerdas dalam menggunakan strategi digital marketing. Kemudahan dan keuntungan berkutat dalam bisnis ini amat kentara. Apalagi,...

142 0
142 0

Demi memenangkan persaingan di bisnis pulsa, para pelaku bisnis pulsa pun harus cerdas dalam menggunakan strategi digital marketing. Kemudahan dan keuntungan berkutat dalam bisnis ini amat kentara. Apalagi, pulsa tidak lagi menjadi barang mahal. Harga pulsa di pasaran cenderung kompetitif sehingga konsumen pun semakin kegirangan. 

Di sisi lain, para pebisnis pulsa akan terus tercekik apabila selalu membanting” harga jual. Persaingan yang semakin ketat ini mendorong berbagai pengusaha pulsa memutar otak. Mereka mulai merambah dunia online sebagai upaya memperluas pasar. Saat hal itu dilakukan, Anda pun sebagai pebisnis pulsa harus paham benar soal teknik digital marketing.

Salah satu bentuk metamorfora bisnis pulsa di era online saat ini dilakukan oleh Sepulsa.com. Perusahaan rintisan berbasis website dan Apps ini menjajakkan pulsa dengan cara lebih modern. Dikutip dari situs Hypestat.com, Sepulsa memiliki 7,364 page views per day dengan 8 varian produk (pulsa, paket data, listrik PLN, pembayaran BPJS, bayar cicilan, telpon, hingga tagihan PDAM). Melalui laman Google Play, jumlah pengunduh aplikasi Sepulsa terlihat mencapai 100.000. 

Dari fakta tersebut, muncul pertanyaan besar kenapa harus bisnis pulsa?”

Kenapa Bisnis Pulsa Amat Menggiurkan?

Pulsa merupakan barang penting di kehidupan masyarakat saat ini. Saking pentingnya, gejolak harga pulsa berpengaruh pada naik-turunnya harga kebutuhan sehari-hari. Pernyataan ini bukan sekedar asumsi lho. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, September 2016, kenaikan harga pulsa berpengaruh signifikan pada inflasi. Apabila harga pulsa naik, maka inflasi pun akan ikut terdorong naik. 

Pun menurut Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) di tahun 2013 bahwa biaya rumah tangga miskin untuk pulsa lebih besar dibanding biaya listrik. Kenyataan ini miris, tetapi dari sudut pandang bisnis sangat mencerahkan. 

Potensi demand yang sedemikian tinggi ini dibarengi dengan kemudahan dalam membuka bisnis pulsa. Setidaknya, Anda hanya mengeluarkan dana tidak lebih dari 1juta untuk memulai bisnis ini. Demikian menurut Dean Genial Iqbal. Iqbal pun menambahkan bahwa alur bisnis pulsa sangat sederhana, yaitu:

Harga Jual Harga Dasar Pulsa.

Berdasarkan rumus di atas, coba perhatikan ilustrasinya berikut ini.

Ilustrasi Bisnis Pulsa

Misalnya, konsumen membeli pulsa nominal Rp 100 ribu produk Three (harga dasar Rp 99.250) sedangkan harga jual dari Anda senilai 101.000, maka keuntungan yang Anda peroleh sebesar 1.750/transaksi. 

Katakan dalam sehari Anda mendapat 30 transaksi dengan nominal yang sama seperti sebelumnya, maka Anda akan menghasilkan Rp. 52.500/hari. Kurun waktu satu bulan, Anda sudah mengumpulkan uang senilai Rp. 1.575.000. Nominal itu dari penghasilan pulsa saja belum penjualan aksesoris hape, kartu perdana internet, atau bahkan margin jual-beli smartphone baru/bekas. 

Ditambah lagi, keuntungan semakin meningkat apabila Anda memakai 1 chip 1 operator. 

Chip ini bisa Anda dapat dari operator seluler, seperti Mkios, Mtronik, STK Tri, dan yang lainnya. Keunggulan chip yaitu pulsa dipastikan masuk, proses lebih cepat, dan harga lebih murah. Khusus perihal harga ini, Anda akan mendapat potongan 3% apabila melakukan deposit dengan jumlah banyak. Misalnya Anda membeli deposit Rp 1 juta, maka Anda memperoleh potongan sebesar Rp 30ribu.

Setelah mengetahui pola bisnis pulsa, lalu apa lagi? Anda harus mulai berjualan? Jangan hanya mengandalkan transaksi melalui kios offline, Anda pun harus menjajahi pasar online. Caranya? Praktekkan strategi digital marketing berikut ini. 

Rahasia Digital Marketing Bisnis Pulsa

Seperti yang sudah Anda lihat, di bagian ini Anda akan menyimak soal kunci rahasia digital marketing pada bisnis pulsa. Mulailah dari persona konsumen:

Persona konsumen merupakan senjata awal dalam strategi digital marketing. Internet memiliki 7,519,028,970 user di seluruh dunia. Seratus juta di antaranya berasal dari Indonesia. Apakah Anda akan menargetkan 100 juta itu? Lebih baik tidak. Terlalu  banyak” calon konsumen Anda, maka semakin kecil efektivitas strategi digital marketing.  

Ada baiknya Anda mulai mengkategorikan target market Anda mulai saat ini. Bisa menggunakan kategori pekerjaan, usia, pendidikan, atau bahkan hobi.

Persona konsumen mempresentasikan konsumen ideal Anda, konteksnya di sini yaitu bisnis pulsa. Menurut Ravel Veal, di dalam deskripsi konsumen ini, Anda harus mampu menampilkan kebutuhan, tujuan, hingga kerangka perilaku konsumen. Misalnya saja seperti ini:

Dari ilustrasi di atas, Anda harus mampu menerjemahkan” konsumen melalui 4 elemen, yaitu:

  • Header
  • Demographic Profile
  • End Goal(s)
  • Scenario

Supaya tidak terjadi kesalahan dalam proses ini, sebaiknya Anda berkomunikasi dengan anggota senior marketing dan atau orang yang berpengalaman dengan customer (customer service, manajer toko, dll). 

Kenapa seperti demikian? Pada proses pendeskrisian persona ini, Anda akan mengilustrasikan profil detail seperti latar belakang target market, pekerjaan, tujuan serta tantangan yang dihadapi konsumen. 

Semakin Anda tepat mendeskripsikan persona konsumen, maka proses pembuatan konten digital marketing semakin efektif. Konten digital marketing merupakan bagian dasar paling penting dalam strategi digital marketing

Apabila alokasi dana Anda terbatas, Anda pun bisa menggambarkan persona konsumen dengan: 

Melakukan brainstorming dengan beberapa orang teman. Cara ini dipakai supaya ide tentang siapa yang menjadi target Anda tidak terlalu subjektif. Akan lebih baik lagi apabila Anda melakukannya bersama orang-orang berpengalaman dan sering bercengkrama dengan calon konsumen Anda. 

Selanjutnya, Anda bisa melanjutkan wawancara singkat selama 30 menit dengan konsumen. Sebelumnya, siapkan beberapa daftar pertanyaan guna mengungkap berbagai elemen penting dalam persona konsumen (latar belakang target market, pekerjaan, tujuan serta tantangan). 

In this article

Join the Conversation